1 minute read

Minat seseorang itu pasti akan berubah ubah, seperti saya yang tiba tiba ingin belajar Project dan Product Management tapi datang dari mana minat itu?.

Kalau ku tarik kembali bermula dari interview dengan salah seorang Product Manager tepatnya setelah lebaran, ketika itu mencoba mencari magang lalu melihat lowongan yang dibagi dosen pada posisi Product Analysis Intern jadi saya coba lamar dengan melihat bahwa job desc serta requirement kelihatannya tidak sulit. Note: ternyata salah besar.

Selama interview dengan beliau saya mulai melihat tugas yang harus dihadapi seorang Produk Manager antara lain: mengembangkan inovasi produk, berkomunikasi dengan User dan Stakeholder serta menyampaikan kebutuhan User kepada para tim pengembang. Tidak sampai situ beliau memberikan saya feedback yang berharga dengan mengatakan bahwa “Product itu harus ada yang butuh tidak bisa hanya dibuat berdasarkan angan angan semata tanpa interview lebih dulu dengan user”.

Saya tertegun dengan kata kata beliau dan refleksi bahwa saya masih memiliki kekurangan dan belum cocok untuk mendapatkan role tersebut. Mulai situ berpikir bahwa jauh sebelum menyarankan Cloud Solution yang cocok atau bahkan mengembangkan Aplikasi yang paling canggih kalau ternyata bukan itu yang diperlukan User maka tidak akan ada yang pakai.

Akhirnya saya putuskan kembali untuk belajar tentang Product dan Project Management bertekad untuk mendalaminya, karena dengan Discovery masalah dari User atau Objek di sekitar maka saya bisa kembangkan solusi dan Execute Action untuk memecahkan masalah.