2 minute read

Selama seminggu kemarin Aim Training yang kulakukan mengarah ke explorasi skenario yang ada di Voltaic seperti Tracking dan Flicking lalu ketemu beberapa skenario yang pernah dimainin 6 bulan sampai 1 tahun yang lalu dan ada Personal Best yang masih bertahan sampai sekarang, dan aku selalu bertanya “How the heck you do it Mal?”, selepas itu lihat Twitter dan ketemu tweet @Matty_OW karena penasaran coba lihat channel Youtubenya dan kebanyakan videonya adalah VOD setiap skenario dengan score tertinggi dan satu video menarik perhatian ku dengan judul “How to build Aim Training Routine” topik yang sebenarnya aku ketahui dan ingin coba buat sendiri rutin ku namun aku enggan karena ku yakin usaha yang diperlukan itu besar.

Aku tidak akan menjelaskan prosesnya secara detail coba lihat sendiri videonya (link ada di akhir), secara sederhana rutinnya dibagi menjadi 3 tahap Warm up, Weakness dan Benchmark, setiap skenario saling melengkapi dan membantu mencapai score yang perlu diraih untuk rank up (sudah aku tulis juga di Monthly Log 1). Di awal Matty mention kalau mau eksplore Task coba lakukan sebanyak 10 kali dan lihat apakah ini membantu mu atau tidak, terdengar bagus namun aku merasa kalau memakai sens yang sama sebanyak 10 kali akan membosankan karena itu aku kasih variasi dengan ganti sensitvity ku di tengah latihan dan membaginya menjadi 3+3+4=10 dibagi menjadi 3 bagian dengan harapan bisa cover semua range sensitvity.

Buat percobaan ini ku mulai dengan Flicking Benchmark Aimlab loh bukannya Benchmark harusnya di akhir?, belum tentu Benchmark bisa jadi Warm Up buat lihat seberapa bagus Aiming secara umum. Sensitvity kumulai dengan 80cm di Skenario Pentaflick lalu pas percobaan pertama malah PB padahal baru mulai dan aku tidak grinding Flicking kemudian aku naikan menjadi 110cm. Sejujurnya 100cm+ aku takut sentuh karena wilayah ini buat Tac FPS ditambah makin berat Senstivity nya maka aku akan memakai forearm dan wrist buat Aiming belum lagi kehabisan tempat buat gerakin mouse, Kenapa masih coba? karena ingin mencapai batas atas dari sens yang biasa ku pakai dan 110cm walaupun terlihat ekstrem masih masuk akal.

Sama seperti 80cm 110cm ku coba sebanyak 3 kali dan untuk terakhir ku coba di 88-90cm harus spesifik karena aku berani bilang ini bukan sensitivity rata rata karena jika kerendahan atau ketinggian maka akan jatuh ke dua sens sebelumnya. Hasilnya adalah aku berhasil dapatkan PB untuk DeepFlick padahal skenarionya memakai wide wall dan banyak target yang off screen jadi harus yakin dengan flicknya sampai ke target. Attempt yang menghasilkan PB aku bisa rasakan sensasinya Flick yang ku buat smooth dan tidak banyak koreksi, speed nya bisa ku maintain dengan baik tanpa mencoba lebih cepat dan target spawnya berada di tengah sehingga minim travel distance gampangnya adalah aku berada di Flow.

Mendapatkan PB di Flicking memang berbeda perasaannya dibanding dengan Tracking tapi sensasi mendapatkanya tidak pernah bohong, setelah ini aku rasa metode yang dipakai Matty bisa ku terapkan dalam rutin ku dan aku juga berniat selama minggu kedua Agustus ini untuk dedikasikan ke Flick. Padahal Flick adalah Achielles Heelku dan di waktu bersamaan memakai senstivity di atas 80cm itu tantangan yang seru karena itu aku ingin lihat apa yang bisa ditawarkan oleh Flicking. Sebagai pengingat buat diriku bahwa dalam dunia musik prinsip ini bisa dipakai yaitu:

“If you can play it slowly you can play it quickly”

Alternatively

“If you can flick it slowly you can flick it quickly”.

Link: How to Aim Training Routine