Esai Bisa Mengubah Pandangan Seseorang Maka Hot Take Sama Dengan Menembak Kakimu Sendiri
Menulis untuk mengekspresikan ide
Kemampuan menulis penting untuk dimiliki karena dengan menulis seseorang bisa melihat pemahamannya tentang topik atau ide, selama prosesnya akan mengalami kesulitan untuk menemukan kata yang tepat untuk mengekpresikan ide dan dengan itu mengerti kekurangan dari pemahaman yang dimiliki dan memperbaiknya.
Esai sebagai tempat untuk mengembangkan ide
Dalam mengekpresikan ide maka bentuk yang bisa digunakan adalah esai, esai diambil dari bahasa Prancis “Essay” memiliki dua makna pertama sebagai kata benda yaitu karangan seperti karya ilmiah kemudian kata kerja yaitu “mencoba” atau “trial” . Penulis mencoba menggambarkan idenya lewat tulisan dari pembukaan, isi dengan seluruh informasi yang dimiliki dan ditutup dengan kesimpulan.
Esai bersifat subjektif karena berasal dari opini penulis tentang hal yang diobservasi lalu bervasiasi dalam panjang dan tipe, blog ini seperti contohnya adalah bentuk sastra karena ini adalah pendapatku tentang cara mengekspresikan ide lalu ada pula sastra ilmiah seperti skripsi, tesis, dan disterasi bentuk sastra ini bersifat ilmiah maka harus objektif dalam penyampaiannya dan dapat dipertanggung jawabkan karena itu menurutku hot take bukanlah cara yang tepat untuk mengekspresikan ide.
Hot Take sebagai tempat untuk membongkar ide
Dalam bahasa inggris Take berarti opini sedangkan Hot berarti panas ketika digabung memiliki makna yaitu pendapat yang diberikan seseorang di ruang publik biasanya internet terutama di sosial media terhadap sesuatu hal yang terjadi tanpa melakukan penelitian atau cek informasi terlebih dahulu, biasanya individu ini akan memberikan pendapat untuk menarik perhatian publik agar terlihat seperti figur yang memiliki pandangan berbeda dan berani.
Aku pribadi tidak suka dengan hot take karena hot hake itu bukanlah fiksi dimana orang bebas bercerita semau mereka, hot hake itu bersifat non-fiksi dan tulisanmu itu bisa dibenarkan oleh sesesorang maka harus ada akuntabilitas karena itu ada beberapa point yang bisa aku pikirkan sebelum membuka suara di publik.
1. Hot Take bisa membuat terlihat bodoh di muka publik
Kuperhatikan biasanya orang yang membuat Hot Take adalah orang yang sudah berpengalaman di bidangnya dan merasa bahwa opininya itu bisa mengubah padangan publik, namun jika bukan siapa siapa apalagi seorang ahli lebih baik jangan coba coba karena mereka ini sudah tahu cara menghadapi “pukulan” di ruang internet, dan mengoceh tanpa dasar yang kuat akan terlihat seperti orang bodoh.
2. Hot Take bisa berubah jika melakukan riset mendalam
Kalau tidak mau terlihat bodoh maka lakukan riset dan cek fakta dari hal yang diobservasi, dan justru itu lebih baik karena melatih berpikir kritis dan membuat gagasan lebih kuat atau sadar bahwa apa yang dipikirkan ternyata tidak menarik dan akhirnya berubah pikiran.
3. Hot Take itu bersifat fana
Hot Take itu datang dan pergi pembaca akan cepat melupakannya karena tidak bermakna dan hanya mencari sensasi sedangkan esai yang bagus bisa membuat orang teringat dengan kata kata yang disampaikan, aku sering kali masih ingat kata kata dari esai yang bagus dari sitasi atau material yang dipakai dan cara penyampaian mereka begitu kuat.
Seseorang bisa memecatmu
Internet adalah copy machine apa yang sudah dipublikasikan akan direkam jejak digitalnya, di era sosial media berita akan cepat tersebar di manapun karena itu sebagai pengingat buat diriku dan pembaca untuk hati hati dalam memilih kata kata dan menyampaikan ide atau gagasan, kalau merasa memang belum pantas dipublikasikan maka simpan terlebih dahulu lakukan riset dan cari material yang bisa mendukung lau bingkai ulang menjadi esai yang menarik untuk dibaca.
Jika ceroboh orang orang di internet punya kemampuan untuk memecat dirimu seperti memblokirkan akunmu dan melaporkan akun pemilik untuk di-banned. Paragraf ini aku buat dari quote Lauren Crand seorang Publicist yaitu “Post sesuatu dengan pikiran bahwa orang yang membacanya memiliki kemampuan untuk memecatmu”.