This Moment In Life
Aku akan mencoba tulis apa yang kurasakan dan lakukan selama seharian ini. Terinspirasi dari blog milik Joel.
Write a blog post about this moment in time—what you see, smell, hear, feel, taste? Where are you? What were you doing immediately before this? How are you feeling both physically and emotionally in this fleeting moment in time? What do your senses notice about this particular moment in your life?
Aku bangun subuh dan merasa kantuk ketika dibangunkan bapak ku setelah mendengarkan suara adzan, aku sempat ingin tidur lagi tapi aku ingat janji dengan temanku untuk memperbaiki laptopnya. Jadi aku langsung bangun dari tidur ku dan bersiap siap untuk shalat subuh berjamaah.
Setelah Shalat aku membuka HP ku untuk melihat episode terbaru dari Pivot to Ai. Dengan keadaan dunia yang makin kacau dengan perang di timur tengah kemudian krisis energi yang meningkat akan membuat Ai bubble ini makin goyah, sejujurnya aku ingin melihat dunia terbakar dan orang orang yang bertanggung jawab atas kerusakan dunia ini mendapatkan balasannya. Kalau pun di dunia ini tidak mendapatkannya maka pasti di akhirat mereka akan dibalas.
Setelah menjelajah Youtube sebentar aku berpindah ke game baru yang aku download 2 minggu terakhir yaitu Trickal dan bermain selama satu setengah jam. Aku bermain HP agar tidak tidur dan bisa keluar rumah merasakan hangat dan panasnya sinar matahari pagi, jika aku tidur maka akan goyah seharian.
Pukul 7 aku bersiap siap memakai celana training dan berjalan di sekitar kompleks rumah lalu ke taman selama 40 menit, perjalanan pulang aku membeli nasi kuning dan bersiap siap untuk memulai hari. Biasanya hari Sabtu aku pakai untuk latihan di GYM dan membership ku sudah habis bulan ini jadi aku berencana untuk menambah satu bulan terlebih dahulu karena bulan April adalah bulan terakhir aku magang dan aku belum tahu jadwal ku kedepan bagaimana nanti. Selain itu aku ingin GYM hari ini karena badan dan jiwa ku menjadi malas selama puasa dan melakukan itikaf di 10 hari terakhir tidak merusak tidur ku sehingga selama sisa Ramadahan dan setelah lebaran jadwal tidurku masih berantakan sehingga aku ingin memperbaikinya.
Di GYM workout yang kulakukan adalah push terdiri dari Bench Press Horizontal dan Vertical, kemudian overhead press dengan barbell dan ditutup dengan Squat. Aku masih menggunakan weight terakhir kali ku workout namun mengurangi bebannya di set pertama. Hasilnya aku masih melihat level kekuatan ku masih sama. Selama sesi GYM ku kepala ku terasa pusing dan bener bener ngantuk, kalau bukan karena adrenalin dan detak jatung ku yang cepat mungkin aku sudah tidur di kasur.
Setelah GYM aku merasa bisa berpikir dengan jelas kembali karena selama ini aku merasa tidak bisa berpikir dengan jernih kemudian tubuh ku juga merasa sakit di bagian lengan dan kaki. Tiba di rumah minum kopi dan melakukan persiapan untuk bertemu dengan teman ku di Depok untuk melakukan reparasi laptop.
Aku berangkat setelah Dzuhur pada Jam 1 Siang aku sudah estimasi perjalanan ku itu satu jam, selama perjalanan di jalan transyogi Cibubur ku kira akan lancar namun di setiap tempat mutar balik pasti akan ada kemacetan, aku pikir orang orang yang pakai mobil belum balik ternyata mereka sudah tiba. Kami memutuskan untuk bertemu di KFC, sebelumnya kami juga melakukan reparasi laptop di tempat makan dan waktu itu ada acara ulang tahun. Di group chat kami aku membuat lelucon “semoga tidak ada acara ulang tahun” dan ketika aku datang di lantai atas ternyata ada acara ulang tahun.
Aku istirahat sampai menunggu temanku tiba, setelah temanku sampai kami langsung membuat persiapan perbaikan. Aku membawa berbagai peralatan yang kuperlukan antara lain:
- Solder Mats
- Obeng
- PTM
- Thermal Paste
- Blower
- Kuas
- Gunting
- Tisu
- Alcohol Swab
Alasan di repaste kembali dia mengeluhkan FPS gamenya berkurang dan suhu CPUnya mencapai 90 derajat celcius, ini di alami setelah sebulan pemakaian ketika repaste pertama. Ada beberapa penyebab yang bisa diambil pertama adalah pastanya pump out lalu yang kedua adalah waktu pasang kembali heatsink saat repaste pertama kurang menekan ke die CPU sehingga penghantaran panas tidak optimal yang menimbulkan pump out.
Aku mencoba ganti dengan PTM sheet dari ID Cooling dan proses pemasangannya aku akui susah, karena aku mengukur terlebih dahulu ukuran dari die CPU dan GPU kemudian memotong sheetnya setelah dipotong memasang salah satu sisi dengan melepas plastik dan ditempel ke Die. Setelah itu melepas plastik di sisi lain untuk memasang heat pipe/sink. Aku bukanlah orang yang cocok untuk melakukan pekerjaan seperti ini karena aku suka tidak sabaran.
Akhirnya repaste kedua selesai dan dicoba untuk bermain game selama 15 atau 20 menit untuk memastikan PTM nya bekerja dan memastikan suhu operasinya normal, karena aku melihat salah satu kasus yang mana PTM di laptop tidak bekerja sehingga overheat dan laptop BSOD karena itu lah aku membawa thermal paste untuk berjaga jaga.
Hasilnya laptop berjalan normal dan suhu operasi berada di 70 derajat dan sempat naik mendekatai 80 derajat, FPS yang dihasilkan kata temanku masih kurang dibandingkan waktu repaste pertama seperti ada yang ditahan. Mungkin karena efek dari PTM yang masih dingin dan belum mencair jadi masih tertahan. Tapi bagiku itu sudah sukses dan uji coba ku buat PTM berhasil, di reparasi ini aku belum sempat mengganti VRM dari GPU karena aku tidak yakin menggunakan thermal pad akan cukup dan aku tidak ingin membeli thermal putty saat ini sehingga aku akan tunggu dulu sampai penggunaan lebih lanjut.
Melakukan reparasi di tempat makan memang tidak umum dan aku yakin kegiatan yang kami lakukan bisa menarik perhatian publik dan benar saja, seorang ibu ibu mendekati kami dan berkata “sedang service laptop mas?”, aku jawab “iya” lalu ibu itu melanjutkan “bisa service hp tidak?”, aku sahut dengan “saya belum bisa bu”. Aku bisa cari tempat yang sunyi seperti perpustakaan namun di jam jam sore ini perpustakaan sudah mau tutup.
Setelah kami selesai reparasi kita berpindah tempat untuk makan ayam geprek bernama Geprek Susu, tempat yang terkenal di Yogyakarta dan teman ku merekomendasikan tempat ini, Setelah selesai makan kami pulang dan aku beristirahat di rumah.
Selama bulan puasa badan dan jiwa ku merasa lemah lalu langsung melakukan kegiatan melelahkan baik dari mental dan badan, badan ku sakit karena mengangkat beban dan mental ku capai karena harus hati hati dalam melakukan reparasi. Walaupun begitu aku puas dengan hal yang aku lakukan di hari ini dan ingin melanjutkannya untuk seterusnya.