Kembali Ke Terminal
Pertama kali menggunakan terminal untuk development sewaktu belajar DevOps pada akhir tahun 2023, lalu selama 2024 memakainya untuk skripsi dan tahun 2025 ini jarang lagi kupakai karena aku tidak tahu hal apa yang ingin ku kembangkan berikutnya.
Sekarang aku sudah punya personal website untuk blogging dan dalam prosesnya sempat melakukan konfigurasi ulang dengan Neovim config ku karena sudah lama tidak diperbarui. Mulai kedepan akan menghabiskan banyak waktu di dalam Terminal untuk kegiatan menulis dan mengembangkan project dengan itu aku ingin coba kuasai Bash.
Setup ku sekarang terdiri dari WSL2 Ubuntu dengan ZSH sebagai shell lalu menggunakan Tmux untuk manajemen terminal dan terakhir Neovim sebagai personal IDE, aku sudah terbiasa memakai Neovim walaupun masih bergantungan dengan plugin jadi kalau ada waktu aku ingin membaca manualnya atau mengikuti :tutor, selain Neovim software yang sering dipakai untuk DevOps adalah shell seperti /bin/sh atau /bin/bash. Keinginan untuk mempelajari Bash sudah ada dari dulu dan semakin kuat untuk menguasainya sebagai scripting language dan coreutils untuk kebutuhan harian.
Alasannya jelas untuk automasi task yang berulang seperti membuat template blog atau pun memulai pekerjaan selain itu Coreutils lain seperti grep, awk, jq, find, dan fzf belum familiar cara memakainya dan yang sering kupakai untuk harian adalah cd, aku akan pandang Bash sebagai programming language karena sifat dari shell ada dua yaitu sebagai interaksi langsung dengan komputer dan sebagai programming language ketika dibutuhkan. Ditambah untuk persiapan menghadapi Advent of Code 2025 untuk sumber belajarnya aku memakai buku dari O’Reilly dan mendengar Manualnya dari waktu ke waktu.
P.S Kegiatan ku sebelumnya sudah kutulis dalam Log di bulan Agustus. Kedepan kamu bisa ekspetasi tulisan dari ku dalam 1 atau 2 kali seminggu.