Tentang Menulis Buku
Di akhir Agustus aku main ke rumah teman dan menunjukkan websiteku, ketika melihat salah satu blog dia memberi saran untuk membuat tutorial sepeti ngecheat game, prompting AI dan terakhir menulis buku. Terdengar ambisius dan aku sudah ada judul buku yang ingin kutulis yaitu “Bagaimana menjadi FPS Player” terdengar dangkal karena yang diperlukan hanyalah keyboard dan mouse untuk bermain FPS game dan itu sudah membuatmu terkualifikasi menjadi FPS Player.
Tapi aku rasa tidak semudah itu untuk menikmati game FPS karena dalam genre ini ada dua kategori Casual dan Competitive, banyak pemain yang ingin menikmati game FPS dengan bermain game kompetitif untuk merasakan adrenalinnya yang didapat justru frustasi karena gagal naik leaderboard di setiap seasonnya berkat teammate yang tidak kompeten. Akhirnya mengajak teman untuk bermain game yang sama dengan harapan bisa menjadi teammate yang kompenten nantinya. Bagiku banyak topik yang bisa dibahas di FPS game meliputi pengembangan kemampuan di game FPS, mengajak teman dan membuat komunitas yang saling mendukung, lalu menikmati game tanpa peduli gamenya kompetitif atau casual.
Aku merencanakan isinya ada 3 bagian, pertama adalah tentang game kompetitif seperti Valorant dan Counter Strike. Aku belum pernah bermain game kompetitif secara reguler jadi aku tidak punya pengalaman buat dibicarakan tapi aku akan melakukan interview dengan E-Sport player tentang pengalaman mereka di tournamen, minat dan motivasi selama latihan dan tournamen, dan berbagai hal yang atlet e-sport lakukan dalam kesehariannya.
Bagian kedua adalah game yang berfokus kepada Co-Op seperti Left 4 Dead 2, Helldiver dan Team Fotress 2. Genre ini mungkin tidak ramai peminat dan biasanya kesenangan didapatkan ketika saling membantu antar pemain lalu grinding di map tertentu untuk mendapatkan item atau record. Point yang ingin ku sampaikan nanti adalah pemain bisa mendapatkan kepuasaan atau momen glorynya tanpa harus bermain game kompetitif.
Terakhir Aim Training, dalam Aim Training terdapat pemain yang menjalankan bennchmark dan rutin latihan kemudian pemain yang mengejar score tertinggi untuk mencapai Top 1 di leaderbaord. Banyak pemain yang melihat Aim Training hanyalah game tambahan dan fixated dengan “score farming” sampai lupa tujuan dari Aim Training namun aku melihat potensi utnuk menjadikan Aim Training sebagai game utama dan memberikan gambaran bahwa kesenangan dari Aim Training tidak hanya dari Personal Best namun feedback loop yang didapatkan ketika latihan.
Selama aku kuliah hanya satu game yang rutin aku mainkan yaitu Left 4 Dead 2 jadi wajar kalau topik yang ingin kubawa nanti mengarah ke PvE dibandingkan PvP, dulunya lewat mobile game aku mendapatkan kepuasaan sendiri ketika mendapatkan score tertinggi karena aku merasa puas telah mengalahkan diriku yang dulu. Jadi untuk mengetahu sisi PvP dari game FPS aku ingin interview E-Sport player dan belajar dari pengalaman mereka.
Itu salah satu buku yang ingin kutulis dan rasanya aku juga belum tahu buku apa lagi yang ingin kutulis mungkin tentang DevOps atau Teknologi lain bahkan mungkin topik yang berbeda dari keahlian ku.