3 minute read

Bapak ku pernah bilang kepada ku ketika habis lulus “jangan bingung akmal, coba kamu tanya orang tentang pekerjaan atau lowongan”. Aku ingin coba itu tapi aku tidak punya kenalan lalu selama hidup ku ini aku selalu mandiri dan tidak pernah meminta bantuan orang lain bahkan dengan bapakku jadi mindset ini stuck sama diriku sampai sekarang. Bukannya aku tidak percaya orang lain hanya saja aku tidak merasa puas mendegar jawaban dari orang lain karena itu aku pasti akan cari informasi tambahan untuk memenuhi rasa penasaranku. Tapi kalau dilihat kembali memang hal hal sosial seperti ini lebih baik ditanyakan kepada orang lain karena kita makhluk sosial dan ingin saling bantu sesama sedangkan hal hal yang biasa aku cari adalah ilmu pengetahuan kedua hal tersebut tidak bisa dicampur.

Berhubungan dengan itu semenjak Oktober 2024 aku mulai kumpulkan catatan dari berbagai topik - sudah setahun semenjak itu - metode yang aku pakai adalah Zettelkasten yang dipakai oleh Niklas Luhman, aku tahu metode ini dari github repo ini yang rekomendasikan buku dari Bob Doto berjudul “A System for Writing: How an Unconventional Approach to Note-Making Can Help You Capture Ideas, Think Wildly, and Write Constantly - A Zettelkasten Primer”. Buku ini memperkenalkan Zettelkasten bisa membantu dalam menulis lebih sering dan menangkap ide aku sudah baca dan aku rekomendasikan buku itu bahkan aku merekomendasikan membaca buku tersebut dibanding menonton video di Youtube karena kebanyakan creator memiliki versi mereka sendiri dan aku berani jamin semuanya membingungkan karena Zettelkasten itu unik untuk masing masing orang. Alasan kenapa aku coba evaluasi lagi keadaan ku waktu itu karena semasa Oktober 2024 aku belum kelar skripsi dan saat September aku sudah sidang tapi belum dinyatakan lulus sehingga harus sidang ulang, menyakitkan tapi aku sadar bahwa tulisan skripsi ku jelek dan aplikasi yang kubuat tidak sesuai ekspetasi.

Oktober datang dan aku punya waktu untuk revisi dan akhirnya coba evaluasi lagi cara belajar ku dan Zettelkasten ini membantu ku coping selama masa tunggu sidang berikutnya dengan membaca berbagai buku di perpustakaan PNJ lalu menulis catatat dari topik yang aku ambil, mulai dari situ personal knowledge ku jadi bertambah dan aku mulai bisa melihat dunia dan pandangan orang dari berbagai sudut serta lebih kritis lagi dalam berpikir. Tanpa ku sadari juga aku melihat pikiran ku itu chaotic jadi aku berpikir dengan cepat dan perlu suatu medium untuk menuangkan pikiran ku dan Zettelkasten ini adalah medium yang tepat.

Setelah dinyatakan lulus di Bulan Januari 2025 ini aku kehilangan arah dan tidak tahu mau kemana, mungkin alasan kenapa diriku produktif semasa tunggu sidang kedua dan menyelesaikan yudisium adalah aku sedang mengerjakan suatu topik yaitu penelitian makanya aku ambil beberapa buku tentang penelitian di perpus dan mengambil beberapa topik yang menarik dan sampai sekarang aku masih pegang prinsip nya seperti di artikel ini dimana core idea dari artikel tersebut adalah objek yang diteliti tidak pernah berubah hanya diinterpretasi dari berbagai sudut padang. Semenjak Januari aku masih dalam masa masa ekslporasi seperti Machine Learning, Self Improvement, Linux, Cloud Computing, Jurnalistik, Ilmu ilmu islam, dan Aim Training - ya aku membuat teori dari game shocker - pokoknya apapun yang menarik perhatian aku coba tangkap dan ubah menjadi catatan dan sayangnya catatan tersebut menjadi basi karena tidak pernah aku jadikan sebuah tulisan karena waktu itu aku belum punya ide untuk menjadi penulis dan menulis di media sosial atau pun platform sepeti Medium atau Substack masih belum menjadi ketertarikan untuk ku namun saat ini aku sudah ada website ini sebagai blogging ku dan semoga aku bisa ubah catatan catatan tersebut menjadi tulisan yang bisa dibaca.

Kalau membaca judulnya mungkin mengherankan kamu punya semua pengetahuan yang kamu butuhkan untuk menjadi sukses, kenapa kamu tidak tahu mau kemana. Karena pengetahuan ku ini aku tidak bisa sembarangan lagi dalam menentukan pilihan hidupku, selama aku kuliah aku adalah go-getter dalam artian terjang terus tanpa peduli resikonya memang ada beberapa hasil yang kudapat seperti lulusan terbaik di bangkit dan peserta VSGA Junior Web yang mendapatkan merch. Sekarang aku jadi lebih sadar dengan pilihanku kemudian pengetahuan ku ini aku belum bisa jadikan sebuah publikasi, penelitian, project, produk atau apapun yang tangible masih menjadi ide dan teori liar lalu aku belum memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mewujudkannya. Aku masih belajar dan terus berlatih tapi ada momen di mana aku tidak tahu apa yang kulakukan. Makanya selama 2025 ini aku tidak ikut bootcamp atau pelatihan semacamnya karena aku mungkin hanya terjebak di theory crafting dan aku ingin bebas belajar dan menentukan kurikulumku karena itu sebelum akhir 2025 ini aku ingin bisa kerja atau magang dan lakukan test apakah teori yang kupunya valid atau tidak karena sekali lagi aku tidak tahu apa yang kulakukan dan mau dibawa kemana.