1 minute read

Here we are, Akmal. I was right all along

You should have learn DevOps in your free time! - My Buddy

Di blog sebelumnya aku menceritakan kenapa aku tidak tahu dengan jalan karir yang ingin ku pilih, menjadi DevOps Engineer atau Sistem Administrator sudah jelas jalannya dari selesai mengikuti Bootcamp tentang DevOps harusnya aku lanjut dari situ namun 2024 bukan waktu yang menyenangkan kala itu karena aku depresi dan tidak bisa menyelesaikan skripsi ku tepat waktu.

Setelah sekian lama menyelesaikan skripsi dan lulus kuliah, aku ingin kembali lagi mencoba DevOps namun Laptop lama yang kupakai buat belajar DevOps rusak dan karena tidak punya uang maka aku tabung dan menunggu - aku akan ceritakan lebih lengkap di blog berikutnya. Selama periode menunggu aku coba pelajari banyak hal mulai dari Machine Learning, Product Management, Belajar Bahasa Jepang, kemudian belajar tentang karir semuanya kucoba, aku ambil detour ini karena aku ingin tahu apa minat ku selama ini.

Akhirnya minat ku ke DevOps bersemi pada bulan ini dan selaras juga karena dua tahun sebelumnya aku magang di PLN dan waktu itu beberangan dengan mengerjakan tugas mempraktekan Kubernetes, aku tidak tahu apakah takdir, minat, passion, atau sesuatu yang memang tumbuh dari ku yang ingin mempelajari dan menguasai arsitektur dan operational dari sebuah sistem. Aku pikir DevOps inevitable buatku.